Learning is Timeless

IF YOU CAN’T STAND THE FATIGUE OF STUDY, YOU WILL FEEL THE POIGNANT OF STUPIDITY, -Imam Syafi’i-

Indahnya hidup jika kita bisa mengambil pelajaran di setiap detik yang terlewati. Hakikat belajar tidak hanya terbatas dalam ruang kelas dengan teman dan seorang guru. Terkadang kehidupan itu sendiri cukup menjadi guru.

Setiap selasa dan kamis pagi aku memiliki jadwal belajar Al-Quran (tahsin) selama dua jam. Dalam satu kelas terdapat kurang lebih 10 siswa dan 1 guru tahsin. Kebetulan guru tahsin kami adalah pemilik yayasan. Di usianya yang sudah lanjut aku temukan sosok yang sangat lembut, cerdas, dan disiplin. Meminjam istilahnya Meykke, temanku, jika berada di dekat guru kami itu rasanya ‘sejuk’.

Yang menarik dan ingin aku tekankan di tulisan ini adalah para teman tahsinku. Kebanyakan dari mereka adalah ibu rumah tangga yang telah dikaruniai anak. Tidak jarang mereka membawa jundi-jundinya ke ruang kelas. Terharu rasanya ketika mendengar cerita ‘kerepotan’ mereka mempersiapkan anak-anak ke sekolah sebelum akhirnya bisa ikut bergabung di kelas. Mereka bisa saja menyibukkan diri dengan urusan rumah tangga dan mengabaikan jadwal tahsin. Namun, kesadaran untuk belajar Al-Quran mengalahkan rasa malas dan lelah. “Mumpung masih hidup”, begitu alasan salah satu temanku.

Selesai tahsin jam sepuluh pagi, diriku sempatkan mampir ke studio foto untuk mencetak pas foto yang menipis persediaannya. Di sana, aku bertemu dengan perempuan lanjut usia berkerudung merah yang datang sendiri ke studio untuk keperluan yang sama denganku. Ia mengenalkan diri sebagai ‘Umi Siti’. Perbincangan kami selama 10 menit sambil menunggu hasil cetak foto membawaku ke sebuah hikmah. Ternyata Umi Siti mencetak foto untuk kelengkapan berkas lamaran menjadi dosen Pendidikan Agama di Universitas Terbuka. Dirinya bercerita banyak tentang perjalanan karir mengajar dan belajarnya. Dari dia aku tau bahwa sangat mungkin seseorang yang sudah mendapat panggilan ‘nenek’ untuk ikut kelas perkuliahan dan meraih gelar sarjana. dan bahkan sangat mungkin bagi siapapun untuk terus belajar tanpa perlu ragu dan malu dengan menuanya usia.

Jadi mengapa merasa 24 tahun adalah usia yang sangat lambat untuk mulai serius belajar bahasa Arab Di?. Ayo SEMANGAT!!!!!

It’s a wonderful life when we can gain an insight of each passing minute. Learning happens everywhere, not just in the classroom in which friends and teacher are. Indeed, there’s no better teacher than life.

Every tuesday and thursday morning, I have a regular schedule of learning Al-Quran (tahsin) for two hours. There are more or less 10 students with one teacher in the classroom. In fact, my teacher is the owner. She’s a humble, smart, and firm older woman. My friend, Meykke, likes to say “it feels so comfy whenever she’s around”.

Nevertheless, what I want to share here is not about my teacher but my classmates. Most of them are housewives with more than one kids. It’s not a rare moment when the kids tag the mother along and join the class. To listen to their stories, how hard they do to prepare the kids to go to school before the mother can join the class is so heartwarming. The reason they are willing to put up with such inconvenient daily routine is the eagerness to learn Al-Quran. “As long as we’re still alive”, she said firmly.

I went to a photo studio afterward to print some photos. I met an older woman in a red hijab who was doing  the same errand as mine. She introduced herself as Umi Siti. Our 10 minutes chat while waiting for the printed photos was full of insights. She was going to use the photos for applying a job as a religion lecturer in an open university. She shared a lot about her teaching and learning career. From her, I realised that it’s very possible for a grandmother to study in a college and get a degree. and There’s even bigger possibility for anyone who makes the choice to study without being shy of their age.

What does being shy have to do with your age, Di, 24 years old is not a great number (yet) to start learning Arabic language more seriously. Keep Learning!!!

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s