Libraries in Northern Territory

Iqra, bacalah, firman Alloh pertama yang disampaikan kepada Rasullullah. Cukuplah jadi bukti betapa gemar membaca menjadi satu keharusan. Alhmdulillah, aku termasuk yang menjadikan reading sebagai hobi, setidaknya setiap hari aku membaca (update status di jejaring sosialpun melewati proses membaca, bukan??). Yang ini aku becanda, tapi sungguh aku suka membaca.

Pergelaran tahunan di Istora Senayan yang menjajakan penerbit-penerbit buku dalam satu tempat selalu masuk agenda wajib hadir. Ya, kadang kali harus puas dengan membawa pulang hanya beberapa buku karena terbatasnya pendapatan, padahal setiap kali melihat lembaran-lembaran pohon yang telah dicetak itu tangan dengan refleksnya bergerak dan mata serempak melongok ke dompet yang menipis. Nah, kalo kasusnya seperti itu, keberadaan perpustakaan bagaikan oase di tengah gurun pasir.

 

Sayangnya, perpustakaan yang masuk kategori cozy menurut kacamataku baru ada di Library @Senayan which is daerah yang tak pernah luput dari kemacetan dn jaraknya pun jauh dari kediamanku di pinggir timur Jakarta. Ah, aku lupa, bukankah sekarang sudah berdiri megah perpustakaan yang kabarnya menghabiskn dana setara dengan 100 mobil Alphard itu ya? bangunan yang kontroversial, bahkan pencetusnya terancam digulingkan? yasudahlah, aku tak cukup ilmu membahas topik berat di blogku ini. back to library, ceritanya aku lagi seneng banget nih, 1 semester tinggal di negeri Kangguru ternyata memanjakan gairah membacaku. bagaimana tidak, di setiap suburb (layaknya kelurahan di Indonesia) terdapat library yang 2 x besarnya Library @ Senayan dengan koleksi dan fasilitas yang “sepertinya” 2 x lebih lengkap dan update. Coba tengok gambar di bawah, aku tak bohong saat bilang kalo library ini sangat cozy.

 

Gambar di atas adalah suasana di Casuarina Library, letaknya tidak jauh dari Charles Darwin University, sekitar 5 menit dengan Bus nomor 4. Selain di Casuarina, library juga ada di Nightcliff, Karama, dan Alice Spring. Setiap orang bisa jadi anggota, hanya perlu tunjukkan ID Card dan postal code tempat tinggal saja langsung bisa pinjam 15 items dalam satu waktu dengan masa pinjam 2-4 minggu. Koleksinya pun lengkap, bahkan terdapat beberapa buku dengan bahasa lain. Percaya atau tidak, aku menemukan Novel karya Mba Asma Nadia dan Mas Gola Gong, mau cari novelnya Mba Mira W pun ada. Kalo pintar membaca tulisan Jepang, China, India, Thailand, Rusia, dan Arab silahkan pinjam buku-buku berbahasa tersebut. Gratis. Aku pun tak melewatkan kesempatan ini, lihat saja Library card di bawah ini, jangan bilang siapa-siapa ya, itu punyaku lho :p

 

Posted in Uncategorized

One thought on “Libraries in Northern Territory

  1. waaaah.. Di biar dikata ui baru bikin perpus baru tapi tetep aja g se cozy n se warna-warni di sana… di sini tampak suram… hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s