Ujian Kesabaran

 

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Qs. al-Mulk: 2).”

Berpegang teguh dan yakin akan makna ayat di atas. Allah akan menguji setiap hamba-Nya, untuk melihat siapa di antara kita yang lebih baik amalnya. Beberapa tahun lalu, sebelum kerangka berpikirku ‘sebaik saat ini’, saat emosionalku tidak ‘tertata’ seperti saat ini, saat pengalaman hidupku ‘tak seluas’ saat ini, aku mungkin sudah sangat ‘amburadul’ dan ‘khawatir’ tak karuan ketika ditimpa permasalahan. Sekecil apapun masalah itu, rasanya menangis dan menuduhkan kesalahan pada orang lain adalah jalan keluar satu-satunya yang kumiliki. Tapi tidak…at least..takkan kubiarkan kebiasaan buruk itu terulang lagi.

 

To be honest, ada masalah terkait birokrasi di UI, status akademis, dan pembayaran BOP. Kasus yang seharusnya bisa diatasi dengan mudah, namun berbelit karena di otakku sudah ter-set bahwa yang namanya birokrasi tuh ribet dan nyebelin. Astaghfirullah… bagaimana mungkin mereka memaksaku pulang ke Indonesia hanya untuk mengurusi hal tersebut yang kupikir bisa dengan mudah dilaksanakan hanya dengan komunikasi via internet (email, atau skype’an kalo bisa).😦

 

Ah, yakin seyakin-yakinnya Allah akan membantuku. Kamu hanya butuh bercerita mengadu dan memohon Di, walau sebenarnya Allah jelas sudah tau bahkan lebih tau apa yang kamu khawatirkan. Teringat tausiyah Imam Masjid di Darwin tentang kandungan surat Yusuf dan Hud. Betapa para Anbiya diuji dengan ujian yang berat selama masa hidupnya. Para Anbiya, orang-orang pilihan pun masih Allah uji kesabarannya Di.

Dan ujian Allah kepada manusia berupa perkara yang menyenangkan ataupun yang menyusahkan. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya):

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan. (Qs. al-Anbiya’: 35).

 

Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan“, yaitu Kami akan menguji kamu kadang-kadang dengan musibah-musibah dan kadang-kadang dengan kenikmatan-kenikmatan, sehingga Allah akan melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang kufur, siapa yang bersabar dan siapa yang berputus asa. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas, “Kami akan menguji kamu dengan kesusahan dan kemakmuran, kesehatan dan sakit, kekayaan dan kemiskinan, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Katsir, surat al-Anbiya’ (21): 35).

 

Jadi, tetap dalam kesabaran dan keikhlasan. berpikir positif dan berharap hanya pada Allah semata, cheer up :))

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s