Ramadhan di Darwin

alhamdulillah wa syukurillah

akhirnya 11 bulan dalam penantian di bayar dengan pertemuan yang berkah dengan Ramadhan. terlebih, Ramadhan kali ini dilewati dengan hal yang sangat berbeda, beda waktu, tempat, lingkungan, dan waktu subuh di darwin dimulai dari jam 5.50, sedangkan magribnya jam 6.45. dari rentang waktu berpuasa, Darwin hampir sama dengan Jakarta yaitu 13 jam. kebayang gak muslim di belanda harus puasa 19 jam, apalagi Skandinavia saat musim panas (summer) 24 Jam. subhanallah….

 

shalat tarawih alhamdulillah selalu aku lewati di Masjid. Northern Territory hanya punya 2 masjid, di Darwin tepatnya di Suburb Wanguri dan di Alice Spring. masjid yang aku datagi adalah yang di wanguri, hanya 5-10 menit menggunakan kendaraan. kebetulan di sini banyak kakak-kakak baik hati yang mengantar jemput, ada kak Nung (guru ngaji), Kak Lies (yang sejak awal sudah menjemputku di bandara), dan Kak Nurul (orang Indonesia berkebangsaan Australia karena sejak lahir sudah di Darwin), Ibu Ani (ibunya Kak Nurul). hanya Allah yang bisa membalas kebaikan mereka. oh ya, masjid yang di Alice Spring itu pulahan ribu kilo jauh ya dari tempat aku tinggal, jadi bisa dibilang kalo mau solat jamaah di masjid pilihannya ya di wanguri itu atau harus menempuh perjalan selama 4 hari 5malam😀.

 

banyak muslim yang aku temui di Masjid, banyak orang Indonesia dengan keluarganya di sini, orang Bangladesh, Pakistan, Sudan, bahkan muallaf asli Australia. akhirnya yang aku cari ada di sini…komunitas muslim…

 

nah, masjid pun bisa bikin galau lho. jadi ceritanya, saat pertama kali sholat tarawih aku duduk sebelah gadis cantik dengan wajah ‘bule’ kearab-araban, di sebelah gadis itu ada seorang perempuan usia 40’an dengan wajah orang Jawa. otomatis aku sapa yang berwajah Jawa terlebih dahulu, kemudian yang wajah ‘bule’ dengan bahasa inggris, ternyata dia bisa berbahasa Indonesia. kenapa? karena dia anaknya Mba ‘Jawa; itu, nama anaknya AULIA, dan Ibunya Mba Sitarmi. terus kenapa galau? soalnya anaknya Mba Sitarmi cantik dan ganteng sangatlah…Akbar dan ALif (anak k2 dan k3) lucu-lucu banget. subhanallah…dan selidik punya selidik, suaminya Mba Sitarmi orang Barat dengan jenggot memenuhi dagu, dan wajah yang sangat teduh. huaa…

 

lanjut ke rutinitas sahur dan buka puasa. aku semakin cinta memasak selama di sini. banyak hal aku coba, bumbu-bumbu dengan nama unik di Woolworths aku beli. dan jadilah aku masak bakwan, tumis brokoli (kesukaanku sangat), sup ayam, fish wedges, nugget ayam, okonomiyaki, dan banyak lagi. setiap hari Sabtu ada ifthar jama’i di Masjid, dan sabtu lalu yang masak orang Indonesia, jadilah aku makan gulai daging, telur balado, opor ayam, mie goreng, tumis buncis di sana….berkah ^^

 

yang seru lagi adalah kebiasaanku mengendap-endap kamar di kegelapan dengan maksud tidak mau membangunkan teman sekamarku (orang Amerika) saat sahur.

 

bagaimanapun, Ramadhan dengan orang-orang terkasih lebih menyenangkan. aku mencoba menjadikan saudara muslim di sini menjadi bagian dari orang terkasih. so far… RAMADHAN KAREEM everyone ^^

Posted in Uncategorized

2 thoughts on “Ramadhan di Darwin

  1. kak pengen nanya dong,,, kira2 darwin itu panasnya biken item nggak kalo kulit orang Indonesia heheh🙂

    • hmm..komen org rumah saat sy balik ke Indonesia sih memang terlihat lebih ‘gelap’ hhe
      tapi menurut sy panasnya Darwin beda dgn panasnya Jakarta, terik tp tdk gerah. (:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s