Kesunyian yang Menenangkan

 

18 hari sudah aku meninggalkan Indonesia dan ‘berusaha’ menikmati sepinya Darwin, Australia. Darwin tidak hanya sepi secara harfiah dimana penduduknya hanya 124.800 dengan luas kota 112 km², berbeda jauh dengan Kota kelahiranku, DKI Jakarta yang berpenduduk 9.588.198 jiwa. Kesunyian yang pada awalnya sangat menyiksa dan membuat kenangan dan kehangatan rumah menjadi hal yang sangat dirindukan kini berubah menjadi hal yang cukup menyenangkan. Teringat sebuah hadist…

 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan manusia yang Allah akan menaungi mereka dibawah naungan-Nya, di masa tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, laki-laki yang hatinya terpaut di masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah; berjumpa dan berpisah karena-Nya, seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang perempuan yang terpandang dan cantik, kemudian ia berkata, “sungguh aku takut kepada Allah”, orang yang bersedekah dengan suatu sedekah kemudian ia menyembunyikannya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan orang yang mengingat Allah saat sendirian lalu air matanya mengalir.” (HR Bukhari Muslim)

 

Seperti hari ini, aku baru saja mengikuti tour dari North Flinders International House, tempatku tinggal, ke sebuah kebun binatang bernama Territory Wildlife Park. Kebun binatang yang dikonsep seperti alam bebas ini menyajikan tempat ‘perenungan’ yang sangat indah. Kebesaran Allah begitu terasa ketika sendiri menikmati indahnya langit bersih tanpa polusi, dana yang dibiarkan tumbuh tumbuhan bakau dan mangrove, serta burung, angsa, bebek, dan pelikan yang bergerumul damai dalam habitat.

 

Sungguh tak ada kuasa manusia menciptakan dunia yang begitu luasa dan indah ini selain kekuatan dan kebesaran Allah Subhanallahuwata’ala. Dan kita, kita hanya ciptaan-Nya. Mengapa seringkali terlupa hakikat hidup di dunia adalah MENYEMBAH-Nya, beribadah semata hanya untuk mencari ridha-Nya.

 

 “Bukankah Aku Tuhan kalian?” Mereka menjawab, “Ya.”  Maka, Allah pun bersaksi atas mereka. Ketika manusia datang ke dunia, mereka juga bersaksi dengan tauhid. Kesaksian tersebut juga disaksikan oleh para nabi dan orang-orang mukmin. Kemudian di saat ia mati dan masuk ke dalam kubur, dua malaikat menanyakan kesaksian tersebut. Di dalam kubur, ia bersaksi dengan kesaksian tadi. Malaikat itupun mendengar kesaksiannya. Manakala hari kiamat tiba, Iblis datang untuk meraihnya seraya berkata, “Ia termasuk pengikutku sebab ia mengikutiku dengan melakukan maksiat.” Namun, Allah segera menjawab, “Kamu tidak mempunyai kekuasaan atasnya. Sebab, Aku telah mendengar tauhidnya baik di awal penciptaan maupun di akhir kehidupannya. Para rasul mendengar hal yang sama ketika ia berada di dunia. Dan para malaikat pun mendengarkan kesaksiannya saat di akhir kehidupannya. Dengan begitu, mana mungkin ia termasuk pengikutmu?l Bagaimana mungkin kamu berkuasa atasnya?! (Wahai malaikat) bawalah ia ke surga. Subhanallah…

Posted in Uncategorized

One thought on “Kesunyian yang Menenangkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s