Perhatikan Niatmu

Alhamdulillah, puji syukur atas nikmat yang tiada tara. Nikmat iman dan islam, nikmat yang seringkali tertutupi keluhan dan kekecewaan.

 

Innamal a’malu binniat…

 

Diriwayatkan dari Amir al-Mukminin (pemimpin kaum beriman) Abu Hafsh Umar bin al-Khattab radhiyallahu’anhu beliau mengatakan : Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setiap amalan harus disertai dengan niat. Setiap orang hanya akan mendapatkan balasan tergantung pada niatnya. Barangsiapa yang hijrah karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya akan sampai kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan perkara dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (hanya) mendapatkan apa yang dia inginkan.” (HR. Bukhari [Kitab Bad’i al-Wahyi, hadits no. 1, Kitab al-Aiman wa an-Nudzur, hadits no. 6689] dan Muslim [Kitab al-Imarah, hadits no. 1907]).

 

Hadist pertama dalam hadist Arbain Imam Nawawi. Berkali-kali mempelajarinya di setiap kesempatan melingkar. Bahkan pertemuan perdana lingkaran di Darwin pun aku disapa dengan materi tentang niat. Adakah Allah ingin ingatkanku dengan semua kebetulan ini.

 

Teringat niat awal keikutsertaanku dalam program International Exchange ke Charles Darwin University. Saat itu, yang terbersit hanya menginginkan sebuah pengalaman ke luar dari Indonesia, meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, dll. Tak satupun niatan yang berafiliasi ke akhirat, semuanya duniawi. Astaghfirullah’al adzim, bahkan setiap perbuatanku pun tidak dengan sengaja aku niatkan untuk kehidupan di akhirat. Sesekali memang tersadar dalam mengerjakan kebaikan hanya untuk mengharapkan ridha-Nya, ridha Allah memang capaian luar biasa, namun itu hanya sebuah manifestasi. Yang terpenting adalah mengerjakan segala sesuatu dengan niatan agar Allah senang dengan apa yang kita perbuat.

 

Dunia adalah permainan dan senda gurau” [QS. al-Ankabuut (29): 64] “Kesenangan yang menipu” [QS. Ali Imran (3): 185]

” Kesenangan yang terbatas dan sementara” [QS. Ali Imran (3): 196-197]

“Jalan atau jembatan menuju akhirat” Rasulullah saw bersabda, : “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” (HR Bukhari dari Ibnu Umar)

 

Padahal Allah jelaskan bahwa kehidupan di dunia hanyalah senda gurau belaka, masa 63 tahun (masa hidup Rasullullah) dibandingkan dengan kekekalan akhirat hasilnya setara dengan NOL BESAR. tapi mengapa seringkali kita lebih memperjuangkan yang nol besar dibanding kekekalan hidup di akhirat?

 

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan dalam rangka menguji kalian; siapakah di antara kalian orang yang terbaik amalnya.” (QS. al-Mulk : 2).

 

Dan jadilah orang-orang yang lulus dari ujian keikhlasan, yaitu mereka yang semakin bertambah bobot amalnya baik kualitas maupun kuantitas, tidak kecewa terhadap reaksi orang lain atas amal baiknya, menyukai amalan tersebut, dan menjadikan amalan tersebut berkelanjutan da diikuti oleh orang lain.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s