Judulnya Apa Ya?

 niatnya untuk essay KSE, tapi unyu juga untu menuhin blog😀 #narsis

And I am not afraid to try it on my own
I don’t care if I’m right or wrong
I’ll live my life the way I feel no matter what I’ll keep it real
You know
Time for me to do it on my own

 

Penggalan lagu yang dilantunkan dengan indah oleh Whitney Houston di atas diambil dari sebuah lagu berjudul Try It On My Own. Makna yang terdapat di dalamnya mampu mewakili kepribadian seorang perempuan kelahiran Jakarta, 15 April 199, saat ini. I’m not afraid to try it on my own, ketakutan akan berbuat salah tidak lagi menghantui seorang Dian Fitriani di usianya yang tepat di angka 20 tahun. Namun, tidak berarti Ia menyombongkan diri bahwa apapun yang Ia lakukan tidak akan pernah salah, melainkan kepercayaan diri semakin terasah teriring waktu yang terus berputar.

Terlahir sebagai putri kedelapan dari sembilan bersaudara, buah hati pasangan Muhammad Amin dan Zubaidah, Dian Fitriani yang akrab disapa Dian besar di Ibukota Indonesia, Jakarta. Sang ibu sudah berusia lebih dari 40 tahun saat melahirkannya, sedangkan kakak yang lahir tepat sebelum dirinya sudah berusia 9 tahun saat itu. Usia yang terpaut sangat jauh ini yang membuat Dian lebih mendapatkan didikan dan asuhan dari kakak-kakaknya, namun tanpa kehilangan kasih sayang orang tua. Orang tuanya boleh jadi tidak tamat SMP, namun mereka mampu menyekolahkan ketujuh anaknya hingga meraih gelar sarjana di Universitas Negeri terkemuka, dengan dana seadanya dan doa semaksimalnya. Pendidikan hingga sarjana inilah yang menjadikan ketujuh kakak Dian mampu menanamkan rasa cinta belajar pada sang adik. Hasil tempaan merekalah yang secara tidak langsung menjadikan Dian mampu meraih prestasi di sekolah. Tercatat, peringkat pertama dari kelas satu SD hingga tamat SMP diraihnya, nem terbaik di SMP pun mampu mengantarkannya menduduki kelas unggulan di SMA favorit saat kelas X dan XI, terakhir Dian mampu melanjutkan kuliah dengan lulus Ujian Masuk Bersama (UMB) pada tahun 2008.

Tiap-tiap  Iman pasti akan  kena ujian. Semakin tinggi derajat  keimanan bertambah besarlah cobaan . Oleh sebab yang tidak tahan  karena ujian, barulah iman pengakuan mulut  , belum  iman pertahanan hati.  maka seketika  ditanyakan  orang kepada  Rasulullah s.a.w siapa  yang lebih  hebat ujian  dan cobaan  yang dideritanya , beliau telah  menjawab :  manusia yang lebih sangat ditimpa  percobaan  ialah nabi-nabi  , kemudian  itu org-org  shalih , sesudah  itu menurut  perbandingan  demi perbandingan  dicobai  sesorang menurut  ukuran keagmaanya. Bertambah tebal  agamanya , bertambah hebat pula cobaanya.”.

(riwayat Tarmidzi , Ibnu  majah dan ad-Darimi)

 


Hakikatnya manusia akan diuji, layaknya kenaikan kelas, sebelumnya ada ujian, begitu pula hidup. Biaya hidup yang semakin tak masuk akal, tuntutan hasrat hidup yang lebih baik, dan tanggungan yang semakin melebar, orang tua Dian tak lagi sanggup memfasilitasi semua yang diinginkan oleh putrinya, bahkan tak hanya yang diingini, yang dibutuhkan saja seringkali harus cari sana sini. Kondisi ini menyadarkan Dian bahwa dirinya tak lagi anak kecil si Mami dan Ayah yang dengan mudahnya dipenuhi keinginannya. Dengan bekal kemampuan berbahasa inggris, Dian mencoba mengajar di BTA 8 dan Salemba Group serta membuka beberapa privat. Terhitung tahun ini sudah 1,5 tahun dirinya bergelut dengan dunia pendidikan, khusunya bahasa Inggris. Penghasilan yang ia dapatkan cukup untuk uang jajan tambahan, biaya-tak-terduga di perkuliahan, dan mengobati rasa penasarannya terhadap buku-buku bagus yang tepajang di toko buku di daerah Matraman

.

Sekali lagi, Allah dengan cinta kasih-Nya memberikan kesempatan untuk Dian naik ke tingkat yang lebih baik. Ujian demi ujian datang dengan indahnya. Kesibukan di organisasi, orang tua yang menuntut perhatian lebih, impian-impian yang meminta diwujudkan, satu per satu mereka membebani dan mengurangi jatah waktu Dian untuk mengajar dan mengumpulkan dana sendiri. Dilema antara berbagai pilihan, harus ada yang dikorbankan, dan akhirnya Dian pun memilih mengorbankan kegiatan mengajarnya di BTA 8. Suatu hal yang cukup disayangkan mengingat pengalaman mengajar pertama kali terbina di sana. Akan tetapi, Allah menjanjikan kemudahan bersama dengan kesulitan, di saat yang sama, pengumuman beasiswa KSE datang dari poster di papan komunikasi kampusnya. Jadilah saat ini dia berusaha membuat prasyarat berupa essay.

Tidak banyak yang bisa Ia janjikan pada pihak KSE. Komitmen untuk bekerja keras, giat dan tekun kadang kala terlibas rasa malas yang entah berasal dari faktor eksternal maupun internal. Hanya satu yang Dian bisa janjikan yaitu i’m not afraid to try ot on my own, karena sejatinya manusia adalah pribadi, boleh jadi manusia adalah makhluk sosial tapi hakikatnya mereka akan diminta pertanggungjawabannya seorang diri. Dan dengan senang hati, saya perkenalkan bahwa Dian Fitriani itu adalah AKU.

 

Posted in Uncategorized

2 thoughts on “Judulnya Apa Ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s