Aku dan Kamu

Di sebuah rapat yang biasa mereka sebut syuro. Di lingkaran yang rapat tertutupi jilbab-jilbab lebarnya.

 

GUE juga pikir begitu…bhahkjdjduhjkhbfj”

“ sekarang ELU udah.,,276378248637najdw73”

GUE ngerti..khsuh2hr723y47h”

 

Entah kenapa, miris dan risih rasanya mendengar kata-kata bercetak tebal di atas terucap dari bibir yang senantiasa basah dengan dzikir malamnya. Bagaikan mendengar petir di siang bolong yang memekakkan telinga atau seperti kejatuhan durian, sesak. Itu kan faktor kebiasaan Di, emang salah ya?. Bisik si Kiri yang membenarkan kegundahan ini. Tapi kan lebih lembut gitu kalo pakai bahasa Indonesia yang baik dan benar. Si Kanan berargumen tak mau kalah. Sulit ya mengubah apa yang telah menjadi biasa? Kalo gitu aku mau bersyukur deh sama Allah, Dia yang telah mentakdirkan aku untuk terbiasa menggunakan kata AKU dan KAMU di setiap pembicaraan.😀

 

”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia berkata-kata yang baik atau diam.” (HR Bukhari dan Muslim).

 

*no offense Ukh ^^

 

 

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s