Menjadi Wanita Paling Bahagia

Aku hanya ingin tersenyum saat menerima rapor amal di padang mashar nanti…

Bertemu dengannya dan Dia…

Biarlah terasingkan di dunia fana ini…

Bukankah kita akan sendiri…

Cukup mencinta pada yang hak…

Cukup mendamba pada yang Esa…

Pada-Nya bukan padanya.

 

Posted in Uncategorized

27 Tahun

Bismillah….

Di hari jadiku yang ke 20, ada kado istimewa dari si ‘partner Brother Complex”, Bang Ade Iskandar. Kado istimewa itu bukan gadget terbaru atau sekotak cokelat yang biasa kuterima dari kakak atau abang yang lain melainkan sebuah surat elektronik yang berisikan kisah-kisah tokoh Islam di masa mudanya. Beberapa kisah yang dirangkum dalam tulisannya menyebutkan bahwa pemuda-pemuda islam itu telah banyak berkontribusi untuk islam bahkan sebelum usia mereka 20 tahun:

  1. Usamah bin Zaid 18 tahun. Memimpin pasukan yang anggotanya adalah para pembesar sahabat seperti Abu Bakar dan Umar untuk menghadapi pasukan terbesar dan terkuat di masa itu.
  2. Sa’d bin Abi Waqqash 17 tahun. Yang pertama kali melontarkan anak panah di jalan Allah. Termasuk dari enam orang ahlus syuro.
  3. Al Arqam bin Abil Arqam 16 tahun. Menjadikan rumahnya sebagai markas dakwah Rasul Shallallahu’alahi wasallam selama 13 tahun berturut-turut.
  4. Zubair bin Awwam 15 tahun. Yang pertama kali menghunuskan pedang di jalan Allah. Diakui oleh Rasul Shallallahu’alaihi wasallam sebagai hawari-nya.
  5. Zaid bin Tsabit 13 tahun. Penulis wahyu. Dalam 17 malam mampu menguasai bahasa Suryani sehingga menjadi penterjemah Rasul Shallallu’alalihi wasallam. Hafal kitabullah dan ikut serta dalam kodifikasi Al Qur’an.
  6. Atab bin Usaid. Diangkat oleh Rasul Shallallahu’alaihi wasallam sebagai gubernur Makkah pada umur 18 tahun.
  7. Mu’adz bin Amr bin Jamuh 13 tahun dan Mu’awwidz bin ‘Afra 14 tahun. Membunuh Abu Jahal, jenderal kaum musyrikin, pada perang Badar.
  8. Thalhah bin Ubaidullah 16 tahun. Orang Arab yang paling mulia. Berbaiat untuk mati demi Rasul Shallallahu’alaihi wasallam pada perang Uhud dan menjadikan dirinya sebagai tameng bagi Nabi.
  9. Muhammad Al Fatih 22 tahun. Menaklukkan Konstantinopel ibu kota Byzantium pada saat para jenderal agung merasa putus asa.
  10. Abdurrahman An Nashir 21 tahun. Pada masanya Andalusia mencapai puncak keemasannya. Dia mampu menganulir berbagai pertikaian dan membuat kebangkitan sains yang tiada duanya.
  11. Muhammad Al Qasim 17 tahun. Menaklukkan India sebagai seorang jenderal agung pada masanya.

Kebetulan ada yang milad ke 27 tahun hari ini, aku coba melakukan hal yang sama dengan merangkum hal-hal yang jadi anggapan banyak orang tentang usia 27 tahun. Namun, ternyata dari hasil berselancar di dunia maya,27 tahun didentikkan dengan hal-hal yang kurang baik. Nah lho???! (ini mah ga bisa jadi kado).

  1. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Professor Timothy Salthouse dari Universitas Virginia, ruang visualisasi dan kecepatan otak mengalami penurunan di penghujung usia 20an, dimulai saat usia 27 tahun.
  2. Emma Godlen dalam artikelnya yang berjudul “9 Depressingly Real Reasons Why 27 is Your Crisis Year” menyebutkan bahwa usia 27 tahun adalah awal dari sindrom late 20’s di mana kebanyakn orang baru sadar akan kehidupan yang mereka jalani dan seringkali mengalami “full blown panic attack” akibat dari peralihan masa muda ke dewasa.
  3. Di dunia permusikan terdapat istilah 27 club yangmerupakan kumpulan musisi-musisi terkenal yang meninggal di usia 27 tahun seperti Kurt Cobain, Jim Morisson, Amy Winnehouse, dll (btw mereka siapa ya? ga ada yang aku kenal).

Beneran nih tidak ada berita positif sedikitpun dari usia 27 tahun?. Tentunya tidak, banyak hal yang baik terjadi di usia 27 tahun. Misalnya, kisah Mba Debby Novita Andriani yang menjadi Lurah Tanjung Barat, Jakarta Selatan dan Sister Aida Hadzalic, seorang wanita muslim Bosnia yang menjadi Menteri Pendidikan Swedia di usia 27 tahun. Mas Nicholas Saputra pun mengatakn dalam dialognya di Film 3 hari untuk selamanya “Di saat usia 27 tahun, manusia akan dihadapkan dengan keputusan penting yang akan mengubah hidupnya.”

as for me, age is just a number…mau itu 27, 28, 29, dan seterusnya tetap sama fungsinya yaitu untuk beribadah dan meraih ridho Allah. Bertambahnya usia berarti berkurang jatah hidup di dunia dan semakin dekat pada kematian. Tidak perlu menunggu satu tahun hingga berulangnya hari kelahiran, setiap pagi yang berganti pun menunjukkan semakin dekatnya kita pada kematian. Maka selayaknya pagi yang berganti diiringi dengan semangat yang semakin menggebu, semangat untuk berbuat baik, semangat untuk beribadah, semangat berilmu, semangat berislam, dan semangat untuk meraih ridho-Nya.

Tak peduli fungsi otak yang menurun, full blown panic attack yang menyerang, atau peralihan ke adulthood yang mengkhawatirkan, yuk kita jalani bilangan tahun ke depan, yang tidak kita tau batasnya, dengan semangat. SEMANGAT! ^^

Posted in Uncategorized

Cinta

Cerita dan bayangan tentang mu selalu mengaktifkan kelenjar lakrimalku.

Bukan, bukan pilu tapi rindu. 

Posted in Uncategorized

PMS

Akhir-akhir ini lini masa facebook diramaikan dengan postingan tentang ibu rumah tangga versus ibu bekerja. Masing-masing kelompok saling membeberkan sisi positif dari peran yang mereka jalani dan secara tidak langsung mengganggap negatif ‘lawan’nya. Padahal sejatinya setiap manusia punya peran dan pilihan yang berbeda. Seperti yang dituliskan senior di UI, Mba Jayaning Hartami, banyak ibu bekerja yang merelakan waktu istirahat mereka untuk bangun lebih awal menyiapkan keperluan suami dan anak. Di saat yang sama, banyak ibu rumah tangga yang dengan kreatifitasnya mampu membantu ekonomi keluarga tanpa harus meninggalkan rumah. Karena kita tidak tau apa-apa yang setiap orang sedang perjuangkan, maka janganlah lidah ini dengan mudahnya berkomentar buruk. Don’t judge people! You never know what kind of battle they are fighting.

So, mau ambil peran yang mana Di? hmm… yang paling diridhoi ‘partner’ dalam mendidik anak. Karena ridho Allah ada pada keikhlasannya.

“Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata dia, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai Rasulallah, siapakah orang yang paling besar haknya atas seorang wanita? Beliau menjawab: “Suami wanita itu.” Aku bertanya lagi: “Siapakah yang paling besar haknya atas seorang laki-laki?” Rasulullah menjawab: “Ibu laki-laki itu.” (Hadis Riwayat Imam Hakim, dalam kitab Al Mustadrak jilid 4 halaman 150).

well, apapun pilihannya nanti, mempersiapkan diri untuk menjadi wanita yang sehat, kuat, dan cerdas jauh lebih penting. Because being a mother is the toughest job you’ll ever love. ^^

Posted in Uncategorized

Pray for The World

What’s happened to the world today is seriously heartbreaking. People lost their houses, families, friends, and even freedom. Some of them even were killed by their own government, the one who’s supposed to protect his people.

I just watched a footage of a 5 year old Syrian refugee in Turkey who sells tissues on the streets of Turkey to help her family survive. She was absolutely shaken when she saw a man in uniform (police) coming towards her. At such a young age she has suffered a psychological trauma toward “military dress”.

Nobody wants to live their houses unless other place is safer. Eventhough they have to cross the sea on a small boat and face the possibility of drowning, they just need to go.

Hi Cinta, my life has been so colourful and meaningful lately. Alhamdulillah. But others’ may not be. World is sick. Most of its residents are….

Pray for this world, as in here humanity is at its lowest point.

Posted in Uncategorized

Hi Dad, You Know I Love You Right?

Hari ini tanggal 12 November, Google dan Facebook dengan baik hatinya mengingatkan bahwa hari ini diperingati sebagai hari ayah. Sebagai pengguna setia Google dan Facebook, aku tidak boleh ketinggalan berkontribusi setidaknya melalui tulisan ini. (Ngomong apa sih Di? :p)

Ayahku…sepertinya beliau punya kemampuan membaca pikiran putrinya ini. Beberapa kali Ayah membelikanku barang yang saat itu sangat kuinginkan walau diriku tidak pernah memintanya secara langsung.

Satu kali aku ingin sekali belajar piano entah itu mengikuti kelas secara khusus atau belajar otodidak. Keinginan ini tidak pernah tersampaikan karena aku paham sekali bahwa keluarga kami tidak terlalu menyenangi musik. Namun,one day out of nowhere (ini apa bahasa Indonesianya?) Ayah pulang dari bepergian dengan sebuah benda terbungkus kardus yang cukup besar untuk dibawa seorang diri. Setelah dibuka, kamu tau apa isinya? A BIG KEYBOARD.

Kasus lainnya saat aku di kelas 1 sekolah menengah pertama. Saat itu, pertama kalinya hijab menjadi pakaian yang wajib menempel di kepalaku setiap kali harus bepergian. Melihat teman-teman perempuanku mengenakan celana jeans, aku pun tertarik untuk mempunyai benda itu. Only one pair is enough. Tidak meminta yang membentuk tubuh kok, toh aku belum baligh juga saat itu. Namun, kali ini pun aku tidak sampai hati menyampaikan keinginan tersebut pada siapapun. Gak siap diceramahin sama abang dan kakakku. Esok harinya, tiba-tiba ayah mengajakku bicara dan bertanya apakah aku mau dibelikan celana jeans…WHAT? How do you know Dad?. Jadilah aku dibekalinya beberapa ratus ribu rupiah untuk membeli dua pasang celana jeans (Yang akhirnya hanya kupakai dua kali karena ada yang protes ^^).

Sampai saat ini aku tidak pernah tau jawaban dari misteri ini. How did my Dad figure out all those requests?. Hipotesis pertama kemungkinan karena rasa ingin itu teramat besar hingga tanpa sadar aku mengatakannya di kala tidur dan terdengar olehnya. Bisa Jadi.😀

Yang kutahu, He just loves me and tries his best to fulfill all my needs. He has his own way to show his love and I know it. Siapa lagi yang bersedia menungguku di teras depan hanya untuk membayarkan ongkos ojek yang kutumpangi. Siapa lagi yang selalu mengisi penuh tank bensin varioku. Siapa lagi yang aku panggil setiap kali ada masalah yang sifatnya tekhnis. Siapa lagi yang siap mengantar jemputku ke manapun aku mau. Siapa lagi yang kan kumintakan restu dan izinnya untuk menempuh kehidupan yang baru.

Though I rarely tell you that I love you which is unfair since I stated it all the times to Mom. You know I love you right?.

Posted in Uncategorized

My Favourite Lecturer

Akhirnya sekarang punya jawaban untuk pertanyaan “Siapa guru atau dosen yang paling kamu sukai dan membekas di hati?”. Jawabannya adalah Professor Arief Rahman……..

Siapa yang tidak kenal beliau? tokoh pendidikan yang sering diundang sebagai pembicara di berbagai kesempatan, nasional dan internasional. Selama ini aku mengenal dan melihatnya sebatas dari layar kaca. Siapa sangka akhirnya punya kesempatan untuk menjadi mahasiswanya dan mendengarkan kuliahnya selama 2 jam tanpa bosan. Alhamdulillah.

Beliau berkesempatan mengajar mata kuliah The Phylosophy of Science untuk mahasiswa program magister pendidikan bahasa Inggris. Awalnya, aku pesimis ketika melihat jadwal kuliah dan mendapati akan belajar filsafat. Dalam bayanganku, filsafat akan penuh dengan teori-teorinya Karl Marx, Nietsche, Socrates, dll… -siap-siap dicuci otak aja Di, harus perkuat iman- begitu pikirku. Namun kenyataannya, imanku bertambah selama mengikuti mata kuliah ini. Bagaimana tidak, Prof Arief selalu menekankan pentingnya membesarkan keagungan Allah. Bahwa segala ilmu di dunia ini bersumber dari Yang Maha Kuasa. Belum lagi mendengarkan kisahnya menapaki dua tempat yang paling suci di dunia ini, Mekkah dan Yerusalem (Betlehem). Ah, ingin segera ke sana. Beliau pun satu-satunya dosen yang mewajibkan kelas selesai sebelum azan maghrib berkumandang. “Walaupun jadwalnya selesai jam setengah 7 saya tetap akan membubarkan kelas sebelum Maghrib. I need to pray. Tidak peduli dengan Ibu Ratna (KaProdi PMPBI), saya lebih takut sama Allah.” kilahnya. JUARA!

Sejak hari pertama kuliah beliau sudah meninggalkan kesan mendalam. Beliau sangat disiplin dengan waktu. Datang 15 hingga 20 menit lebih awal dari jam kuliah, hanya untuk berbagi cerita dengan mahasiswanya. Di awal pertemuan, beliau meminta semua mahasiswa mengeluarkan agenda dan mencocokkan jadwal kuliah hingga akhir pertemuan. Menjelaskan bahwa pada tanggal-tanggal tertentu beliau akan tidak hadir karena tugas negara ke Paris, Perancis. Sangat amanah dengan janji. Selain tanggal-tanggal yang sudah dipastikan akan absen, beliau selalu hadir tepat waktu, bahkan sebelum waktunya.

Caranya menyampaikan materi dengan ilustrasi-ilustrasi yang mudah dipahami sangat mengesankan. Tak jarang beliau mengambil contoh tentang keseharian, hubungan suami istri dalam rumah tangga misalnya. Seringkali, aku merasa sedang berada di seminar pra nikah daripada kelas Filsafat Ilmu. Bahkan, beliau berjanji untuk hadir dan menjadi penasehat pernikahan setiap mahasiswanya, jika tidak berhalangan dan lokasinya di Jakarta. Oke, aku tunggu ya Pak! ^^

JIka mengingat usianya yang sudah lebih dari 70 tahun namun masih berkontribusi banyak untuk masyarakat rasanya malu jika diri ini masih suka mengeluh dengan kegiatan yang belum seberapa banyaknya.Belum lagi, kisahnya di masa muda yang keluar masuk penjara karena menyuarakan kebenaran. Benar adanya, semakin berilmu seseorang, semakin bermanfaat dirinya.

Satu hal lagi, sepertinya beliau sangat mencintai istrinya. Satu kali dia mengatakan bahwa alasan ada cincin di tangan kanannya bukan karena ikut-ikutan demam batu akik melainkan karena cincin itu pemberian dari orang yang istimewa, Sang istri. Sweet.

Banyak sekali kata-kata beliau yang membekas di hati. Namun satu yang masih kuingat dengan jelas. Bahwa kehidupan di dunia ini tidak bisa dibeli dengan materi.

You can buy bed, but you can’t buy sleep.

You can buy food, but you can’t buy appetite.

You can buy medicine, but you can’t buy health.

You can buy leisure, but you can’t buy peace.

You can buy house, but you can’t buy home.

Posted in Uncategorized

Kolary

I dreamt of you last night.

I hold you tight and said “I miss you so much”

And you replied “Jaga kesehatan Dian”

Posted in Uncategorized

My English Learning Journey

I’ve always been so fond of English learning since I was in elementary school. It was all started with jealousy toward my childhood friend’s ability in singing English song. I come from a devoted Muslim family who believe that reciting Al-Quran is more beneficial than listening to English songs. The collection of cassettes we had were all nasheed or arabic songs. The only English song possessed by my family was a compilation of Islamic song for children sang and composed by Yusuf Islam, an English singer who reverted to Islam. Consequently, I was so envious to my childhood friend when every time I played in her house she was singing Westlife songs along with the music. She looked so cool.
Since then, I have vowed to seriously learn English through any possible and accessible sources. I remembered clearly the day when I spent about 500 grands (it was big money at that time) to buy dictionary, an English conversation video, and other English learning sources I found in the book store. As soon as I arrived at home, I repeatedly played the video over and over again until I memorized all the dialogues.
Recognizing my determination in learning English, My mother enrolled me in an English course nearby when I was in fresh year of junior high school. I only stayed for three months in that course because I thought the course was boring and didn’t challenge me enough. After three following years, My mother had me enrolled (again) in an English course. This English course was way better than the previous one because It gave me a challenge to overcome. The teachers forced us to speak in English. They wouldn’t give us an excuse to speak in Indonesia. In the beginning I kept mouth shut, didn’t even utter a single word. As the time went by I was well-adapted with that kind of learning environment and even felt it was the best way to improve my English speaking skill. To improve English speaking skill we need to look for people with the same interests or join an English club or conversation group.
On the other hand, for understanding English grammar, I learned from an English grammar book by understanding the rules one at a time and did many related exercises. However, it would be hard if there was no trigger to do so. I felt the need to study grammar since I had to teach about it to my students. When I was a sophomore I began to work part time as an English teacher.  Most of my students were in senior year of high school who were dealing with English grammar rules such as tenses, conditional sentences, derivative, and many else. Therefore, I had to know better about the subject material than my students. Rather than took it as a burden I took it as a challenge. At the end, the effort paid off. In 2011, I got an exchange program scholarship from the Australian government. One of the requirements for being selected was TOEFL ITP over 550. I met the requirement through a single TOEFL test. All praise is due to God Alone.
The same thing goes to my English vocabulary enrichment. I subscribe on Merriam-Webster Word of the Day program. The program doesn’t only give me a word to memorize each day but also let me know the meaning, how to use it in different contexts, and also the history related to it. It’s a very useful tool. However, it would be useless if I don’t use the new vocabulary in daily basis or put it in my writing.
It can be concluded that self motivation play an important and significant role in my English learning journey. Beside that, as English (language) is a skill it means that we don’t only learn it but also use it. Therefore, it’s essential to look for people who have the same passion and interest in learning English. As a teacher, I will motivate my students to love (or at least not to hate) English first then provide a supportive environment.

Posted in Uncategorized

Kenapa Tuhan Tidak Ciptakan 1 Agama?

Pertanyaan ini pernah memenuhi ruang pikiranku ketika usia SMP. Saat itu aku sedang menonton jejak petualang yang berkisah tentang suku Dayak yang terkenal dengan upacara pemakaman dan kepercayaan animismenya. Mereka tinggal di pedalaman dengan akses pendidikan terbatas dan sangat kental dengan tradisi nenek moyang. Lalu bagaimana mereka bisa  mendapat pengetahuan tentang islam dengan kondisi tersebut. Apakah adil jika terlahir dalam keluarga yang seperti itu kemudian tumbuh hingga dewasa lalu mati dalam keadaan tidak beriman karena tidak ada akses informasi mengenai islam???

Hingga aku tanyakan pada Cinta dan beliau berikan jawaban yang sebenarnya tidak cukup membuatku puas namun tidak juga membuatku bingung. Ternyata ada jawaban yang cerdas dengan dalil yang shahih dari Dr. Zakir Naik. Hikmahnya, terus belajar tentang agamamu ini Di, semakin kamu belajar semakin sadar bahwa banyak yang belum kamu ketahui. Semoga semakin baik kualitas imanmu. Berikut penjelasan lengkapnya yang dikutip dari http://www.muslimahcorner.com/2015/08/kenapa-tuhan-tidak-ciptakan-1-agama-ini-penjelasan-dzakir-naik/

Pertanyaan ini diajukan oleh seorang ateis/agnostik kepada Dr. Zakir Naik pada saat konvensi di Dubai.

Halo Dr. Zakir Naik. Namaku Harris dari Phoenix, Arizona, AS. Aku seorang wirausahawan dan manager marketing. Dua temanku di Amerika telah masuk Islam karena menonton video YouTube tentangmu. Salah satu dari mereka orang Kristen, yang satu lagi Ateis. Salah satu temanku memberikan kepadaku DVD-mu “How to Deal with an Atheist” yang telah kutonton. Tapi itu tidak menjawab pertanyaanku. Aku telah bertanya tentang ini kepada banyak orang cerdas tapi tidak ada jawaban yang memuaskan. Dari semua ulama yang pernah kutonton di YouTube, menurutku andalah yang paling rasional, masuk akal, dan mudah dipahami.

Pertanyaanku adalah: Tuhan telah menciptakan seluruh jagat raya dan Quran berfirman banyak hal tentang penciptaan itu. Jauh sebelum Tuhan menciptakan keseluruhan jagat raya ini, sebelum dia memutuskan untuk menciptakan manusia, Dia sudah tahu hasil akhirnya. Dia tahu pada akhirnya Dia akan kecewa dengan orang-orang tertentu dan mereka akan masuk ke dalam neraka. Dia tahu mereka akan dibakar dan disiksa. Jauh sebelum Dia menciptakan seluruh jagat raya, Dia tahu bahwa hasilnya akan menjadi buruk. Ini mungkin baik bagi orang-orang yang ada di surga, tapi Dia tahu bahwa Dia bisa menyelamatkan orang-orang yang akan masuk neraka bahkan jauh sebelum Dia memutuskan untuk menciptakan. Tapi tetap saja Dia memutuskan untuk menciptakan mereka dengan segala logika Ketuhanannya. Kenapa Dia melakukan itu? Kesimpulan dari pertanyaannya adalah: Bagaimana mungkin Tuhan begitu sadis, sehingga Dia tetap melanjutkan rencana-Nya padahal Dia tahu rencana-Nya akan berakhir seperti itu?

Jawaban

Saudara kita menanyakan pertanyaan yang sangat bagus dan cerdas.  Saudara berkata bahwa meskipun satu orang saja masuk neraka maka Tuhan akan kecewa. Saudaraku, Tuhan tidak pernah kecewa sama sekali. Sekarang untuk menjawab pertanyaanmu.

Aku menggunakan pengandaian dengan seorang guru di sekolah. Jika seorang guru menuliskan pertanyaan di kertas ujian, “Berapakah 2+2?” Murid yang berada di hadapannya menulis “5.” Gurunya bisa saja berkata pada muridnya “Ubahlah 5 menjadi 4.” Apakah gurunya adil jika pada saat ujian dia membetulkan jawaban muridnya? Bagaimana dengan pendapat murid-murid yang lain?

Ateis: Gurunya tidak adil. Tapi Tuhan bisa menjadi adil pada saat bersamaan. Dia bisa menciptakan kondisi yang sepenuhnya berbeda, Dia tidak perlu menjalani situasi seperti itu, Dia tidak dibatasi oleh situasi apapun.

Dr. Zakir: Maksud saudara adalah Tuhan bisa menciptakan sesuatu yang sempurna dan tidak salah, benar? Tuhan telah menciptakan hal itu. Dia menciptakan para malaikat yang tidak pernah menentang perintah Tuhan. Tapi manusia adalah ciptaan yang lebih baik daripada malaikat karena para malaikat tidak punya kehendak sendiri. Namun manusia punya kehendak bebas untuk menentang atau mengikuti Tuhan.

Jika anda memilih menjadi manusia, jika anda menentang perintah-Nya anda masuk neraka. Namun jika anda mematuhi perintah-Nya, anda lebih baik daripada malaikat. Karena malaikat tidak punya kehendak bebas dari diri sendiri maka mereka mengikuti Tuhan dan ini tidak hebat. Manusia adalah ciptaan yang lebih baik dari Tuhan. Tuhan telah memberikan kehendak bebas pada mereka.

Ini adalah pertanyaan yang berbeda bahwa Tuhan mengetahui… karena Dia punya ilmu tentang masa depan. Jadi Dia telah menciptakan makhluk yang punya kehendak bebas. Kesalahannya ada pada manusia, bukan Tuhan.

Ateis: Kenapa Dia memberikan kita kehendak bebas sedangkan Dia tahu bahwa Dia pada akhirnya akan ada banyak orang di neraka?

Dr. Zakir:  Itu adalah ciptaan yang berbeda. Tentang yang anda permasalahkan, Tuhan telah menciptakan para malaikat. Aku bertanya padamu, mana yang lebih baik? Para malaikat yang mengikuti perintah Tuhan atau manusia yang mengikuti perintah Tuhan?

Ateis: Jika aku punya kesempatan, aku ingin menjadi malaikat. Kenapa juga aku mau mengambil risiko.

Dr. Zakir: Kesempatan kedua. Benar! Itulah mengapa Tuhan berfirman dalam surat Al-A’raaf[7]:172 bahwa Tuhan telah mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Tuhan berfirman: “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Semua manusia pun mengakuinya. Tuhan berfirman dalam surat Al Hashr[59]:21 jika sekiranya Tuhan mewahyukan Quran pada gunung, maka gunung itu akan runtuh. Tuhan berfirman pada surat Al Ahzaab[33]:72 bahwa manusialah yang bodoh karena mengatakan “Kami ingin menjadi manusia.” Kitalah yang bodoh. Sekarang kita tidak bisa mundur. Sekali kita mengajukan diri untuk menerima ujiannya, sekali anda membaca kertas ujiannya.

Ateis: Tidak ada yang bertanya padaku. Mereka bertanya pada Adam dan Hawa.

Dr. Zakir: Tidak saudara. Quran berfirman bahwa setiap manusia ditanya apakah mereka ingin menjadi manusia. Kemudian ingatan itu dihilangkan. Sebelum kita diciptakan jadi manusia, Tuhan berfirman dalam Quran “Apakah kamu ingin menjadi manusia? Jika kamu menjadi manusia, kamu bisa mengungguli para malaikat atau bisa lebih hina daripada mereka. Jika kamu tidak mau menjadi manusia maka tidak apa-apa.” Jadi Tuhan bertanya pada manusia dan Quran berfirman bahwa kita bodoh karena memilih mengikuti ujiannya.

Sekarang ketika anda sudah ikut ujiannya, jika anda mengikuti perintah Tuhan atas kehendak bebasmu maka anda akan lebih mulia daripada malaikat, jika anda menentang Tuhan, anda menjadi lebih rendah daripada malaikat. Kita ingin melewati ujiannya dengan baik.

Anda berkata “Aku tidak ingat pernah ditanya ingin menjadi manusia atau tidak.” Tentu saja anda tidak akan ingat, bahkan aku juga tidak ingat. Tapi aku percaya pada Quran. Pada hari kiamat, Tuhan berfirman “Tidak ada satu manusia pun yang menentang pengadilan Tuhan.” Anda akan tahu pada hari kiamat. Satu-satunya yang kita katakan adalah “Tolong beri kami kesempatan”, namun Tuhan berfirman “Sudah terlambat.”

Jadi jika anda ingin mendapat kesempatan baru, maka anda harus kembali ke dunia lagi, begitu juga setiap orang. Tuhan telah memberikan kita kesempatan di dunia. Jika anda berbuat salah, Tuhan memberikanmu kesempatan untuk memohon ampun. Anda bertaubat dan Tuhan memaafkanmu. Dan anda berbuat salah lagi… begitu seterusnya. Ketika anda mati, tidak ada kesempatan lagi.

Jadi berkenaan dengan pertanyaanmu, kenapa Tuhan menciptakan manusia? Karena ini adalah ciptaan yang lebih baik. Setiap orang yang rasional, termasuk anda harus setuju bahwa makhluk yang punya kehendak bebas adalah ciptaan yang lebih baik daripada makhluk yang tidak punya kehendak bebas.

Dan anda berkata bahwa anda tidak ingat, anda sepenuhnya benar. Ketika anda mati dan dibangkitkan, pada saat itu kita akan menemui-Nya, maka pada saat itu kita akan berkata “Aku ingat.” Bahkan sekarang aku tidak mengingatnya. Tapi percayalah pada Quran, karena Quran tidak pernah salah. Jika anda mendengar ceramahku, maka anda akan tahu bahwa 80% kandungan Quran sesuai 100% dengan ilmiah. 20%-nya lagi masih ambigu, tidak benar dan juga tidak salah. Jadi logikaku berkata, ketika 80% itu 100% benar, dan bahkan tidak 0,01% dari yang 20% itu salah, logikaku mengatakan bahwa yang 20% ini pasti juga benar.

Aku adalah orang ilmiah, aku orang yang menggunakan logika, jadi aku percaya pada pernyataan Quran, bahwa kitalah yang memilih menjadi manusia. Jika anda tidak memilihnya maka anda boleh mempertanyakan Tuhan: “Kenapa Engkau menjadikan aku sebagai manusia?” maka Tuhan akan disalahkan. Tapi Tuhan berfirman dalam Quran bahwa kita ditanya. Gunung saja ketakutan,

semuanya ketakutan tapi kita sebagai manusia memilihnya.

Ateis: Tapi apakah anda ingat pernah ditanya? Aku tidak ingat pernah ditanya.

Dr. Zakir: Saudara, jika anda mendengar jawabanku, bahkan aku tidak ingat. Tapi jika anda mengingatnya, dimana ujiannya? Bayangkan jika seorang guru mengajarkan sesuatu padamu, kemudian sang guru memberikanmu bukunya. Gurumu berkata “Kamu tidak boleh buka buku ketika ujian.” Andai saja guru itu berkata “Oke, buka saja bukunya dan jawablah ujiannya” maka dimana ujiannya? Setelah ujiannya berakhir, anda bisa memeriksa dari bukunya atau tidak?

Ateis: Tentu saja.

Dr. Zakir: Tapi saat ujian, bolehkah anda buka buku?

Ateis: Tidak.

Dr. Zakir: Jadi sekarang ujiannya sedang berlangsung saudaraku. Ketika ini sudah berakhir, anda bisa memeriksanya. Pada saat ujian, anda tidak bisa mengecek buku pelajaran, itu namanya menyontek. Jadi ketika ujiannya sudah berakhir, jika anda tidak ingat, anda katakan pada Tuhan “Kenapa ini tidak masuk akal?” Tapi Quran berfirman bahwa tidak satupun manusia akan menentang pengadilan Tuhan.

Aku adalah orang ilmiah, aku orang berlogika, berdasarkan pengetahuanku pada ilmiah, berdasarkan logikaku, ketika aku membaca kitab-kitab lain dan membaca Quran, aku lihat bahwa Quran adalah satu-satunya kitab agama di muka bumi yang melewati ujian-ujiannya. Jadi dengan begitu aku, aku meyakini bahwa Quran pasti benar. Aku tidak ingat, itulah ujiannya, jika aku ingat maka dimana ujiannya?

Jadi itu menjawab bagian pertama dari pertanyaannya. Bagian pertama yang menjawab bahwa Tuhan itu sadis. Tuhan tidak sadis. Sebagai contoh, aku ingin anak-anakku masuk universitas medis. Berapa banyak anak-anak yang akan masuk universitas medis? Hanya sedikit, lebih kecil dari 5%, atau mungkin hanya 1%. Jadi kenapa hanya 1% yang bisa masuk ke kampus? Memang karena ini diperuntukkan untuk orang-orang terpilih. Begitu juga Tuhan menciptakan surga, surga firdaus. Tidak setiap orang bisa masuk surga Firdaus.

Begitu juga, tidak setiap orang bisa menjadi dokter. Hanya mereka yang punya kapasitas yang bisa masuk. Begitu juga, tidak setiap orang bisa masuk surga Firdaus, tingkat surga yang tinggi. Kita harus berusaha. Tuhan telah memberikan anda kapasitas. Jika anda tidak mengikuti petunjuk-Nya maka anda tidak bisa (masuk surga). Jika anda mengikuti petunjuk-Nya untuk masuk surga, maka ini sangat mudah. Jika anda cerdas dan jujur kepada diri sendiri, maka ini menjadi mudah. Tapi jika anda tidak jujur pada diri sendiri, bahkan orang-orang yang tidak cerdas bisa masuk surga. Yang paling penting adalah anda harus jujur.

Tuhan telah memberikan berbagai pilihan tentang bagaimana cara mematuhi-Nya. Jika mereka pintar, mereka akan melihat bahwa Quran ini sangat jelas bahwa ini adalah firman Tuhan dan anda harus mengikuti-Nya. Itulah alasan mengapa Francis Bacon berkata “Sedikit pengetahuan menjadikanmu seorang Ateis. Pengetahuan yang mendalam menjadikanmu seorang yang beriman pada Tuhan.”

Jadi aku tidak akan mengatakan bahwa Tuhan itu sadis, aku katakan kitalah yang bodoh karena telah memilih untuk mengikuti ujiannya. Tuhan telah memberikanmu pilihan. Apa yang kita inginkan, kitalah yang memilihnya. Jadi kitalah yang bertanggung jawab bukan Tuhan. Pada hari kiamat anda akan tahu, insya Allah. Insya Allah jika aku masuk surga, aku berdo’a kepada Tuhan dan bersyukur pada-Nya. Jika kita gagal, maka kita hanya menghancurkan diri sendiri. Semoga itu menjawab pertanyaanmu. (islampos-lampuislam)

Posted in Uncategorized